Oleh
Guswanda Putra, S.Pi (Direktur Eksekutif Mosi Integral Project)

*Urat Nadi Transportasi Pekanbaru Lumpuh: Evaluasi Komprehensif Banjir Sudirman Menjadi Ujian Nyata Kepemimpinan Walikota Agung Nugroho*

fmmnews.com |

PEKANBARU – Kemacetan panjang dan genangan banjir menahun yang kerap melumpuhkan Jalan Protokol Jenderal Sudirman, khususnya di area depan RS Awal Bros, kembali menuai kritik tajam. Persoalan yang menjadi warisan dari periode kepemimpinan sebelumnya ini disayangkan belum mendapatkan tindakan perbaikan secara nyata dan konkret di lapangan hingga hari ini.

Merespons kondisi tersebut, Guswanda Putra, S.Pi selaku Pemerhati Kebijakan Publik dan Lingkungan angkat bicara. Menurut pengamatannya, Jalan Sudirman bukan sekadar jalur pelintas biasa, melainkan urat nadi vital bagi stabilitas mobilitas, roda perekonomian, sekaligus akses utama pelayanan publik di Kota Pekanbaru.

“Sangat disayangkan persoalan klasik ini dibiarkan berlarut-larut. Dampak banjir di titik tersebut sudah sangat krusial. Selain melumpuhkan arus lalu lintas kota, genangan air yang tinggi di depan RS Awal Bros ini secara langsung menghambat aksesibilitas darurat menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Ini bukan lagi sekadar masalah kemacetan biasa, melainkan menyangkut keselamatan jiwa masyarakat yang membutuhkan penanganan medis cepat,” ujar Guswanda dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan analisis kebijakan publik dan tata ruang, banjir menahun di pusat kota ini mengindikasikan adanya disfungsi sistem drainase makro serta penurunan daya dukung lingkungan akibat minimnya kawasan resapan air di sepanjang koridor jalan protokol.

Oleh karena itu, Guswanda memberikan saran taktis dan mendesak kepada Walikota Pekanbaru, Bapak Agung Nugroho, untuk segera mengambil langkah konkret dengan menginstruksikan dinas terkait guna melakukan tindakan nyata di lapangan:

1. Audit Drainase dan Evaluasi Komprehensif: Melakukan kajian teknis menyeluruh terhadap sistem pembuangan air di sekitar lokasi dengan target linimasa yang jelas, agar penanganan tidak terjebak dalam wacana birokrasi semata.

2. Review Tata Ruang dan Kawasan Resapan: Meninjau kembali konsistensi pemanfaatan ruang di sekitar koridor Sudirman untuk memastikan ketersediaan zona tangkapan air.

3. Penerapan Eco-Drainage: Mendorong percepatan perbaikan infrastruktur melalui pendekatan tata air yang berkelanjutan, seperti pembuatan sumur resapan modern atau sistem drainase ramah lingkungan yang adaptif.

“Percepatan perbaikan di titik kritis Jalan Sudirman ini akan menjadi ujian nyata bagi komitmen kepemimpinan Walikota Agung Nugroho dalam menata kota. Warga Pekanbaru membutuhkan infrastruktur yang tangguh dan tahan banting di setiap perubahan musim. Kelancaran jalur protokol ini adalah wajah dari mutu pelayanan publik pemerintah daerah yang prima dan berkeadilan,” pungkasnya.

Melalui statemen ini, diharapkan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera merealisasikan solusi jangka panjang yang integratif demi mewujudkan arus lalu lintas kota yang lancar, kondusif, dan bebas banjir.