PERKUAT DETEKSI DINI GANGGUAN KAMTIB, LAPAS BANGKINANG GELAR RAZIA BERSAMA SATOPSAL TNI DAN POLRI

fmmnews.com | PERKUAT DETEKSI DINI GANGGUAN KAMTIB, LAPAS BANGKINANG GELAR RAZIA BERSAMA SATOPSAL TNI DAN POLRI

fmmnews.com, Bangkinang – Dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menggelar razia gabungan bersama Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopsnal), serta melibatkan unsur TNI dan Polri. ( 17/07/26 )

Kegiatan razia yang dilaksanakan secara intensif ini merupakan bentuk komitmen Lapas Bangkinang dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Razia difokuskan pada kamar hunian warga binaan guna mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di dalam lapas.

Kepala Lapas Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendeteksi dini serta meminimalisir potensi gangguan kamtib.
“Razia ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Sinergi bersama TNI dan Polri menjadi kekuatan utama dalam upaya pencegahan gangguan kamtib,” ujar Kalapas.

Dalam pelaksanaan razia, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian, barang milik warga binaan, serta area lingkungan lapas. Kegiatan ini juga dilakukan secara humanis namun tetap tegas sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Selain sebagai upaya penegakan aturan, razia ini juga bertujuan memberikan efek deterrent (pencegahan) bagi warga binaan agar tidak melakukan pelanggaran serta menjaga ketertiban selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas serta sinergitas antar instansi. Ke depan, Lapas Bangkinang akan terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat kerja sama lintas sektor guna menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan adanya razia gabungan ini, diharapkan Lapas Bangkinang semakin mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtib serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih dari peredaran barang terlarang.